Minggu, 08 Oktober 2017

"Earth Token" Menjaga Alam dengan Investasi Bisnis Berteknologi Blockchain

Kerusakan lingkungan saat ini telah banyak terjadi. Tak hanya di Indonesia saja, tetapi di banyak negara lain. Apa yang menyebabkan banjir, longsor, gempa bumi, badai, tornado banyak terjadi di dunia saat ini? Tentu karena manusia telah tamak untuk mengayakan diri saja, tanpa memikirkan dampak dari kerusakan lingkungan tersebut.



Perubahan iklim merupakan risiko utama bagi ekonomi global, mempengaruhi kekayaan dan kemakmuran semua warga negara dan bangsa di seluruh dunia. Itu akan memiliki dampak signifikan terhadap ketersediaan sumber daya, harga energi, kerentanan infrastruktur dan penilaian perusahaan.


Upaya keberlanjutan lingkungan perusahaan tidak lagi dianggap murni sukarela. Pelanggan dan pemegang saham sama-sama berharap energi yang berarti dan pengurangan emisi, sementara legislator di setiap tingkat menciptakan yang baru peraturan yang mewajibkan bukti kepatuhan
adaptasi perubahan iklim.




Saat ini hadir sebuah ICO projek yang bernama Earth Token, berusaha mengatasi masalah ini denga teknologi blockchain yang di terapkan dalam sistemnya.  Bertujuan untuk memberikan kesempatan unik kepada semua pihak untuk benar-benar mengubah pasar Natural Capital Asset, dengan menciptakan Natural Asset Marketplace yang memungkinkan semua pemangku kepentingan dalam rantai nilai iklim agar dapat berpartisipasi.


Natural Asset Exchange bekerja dengan menggunakan teknologi blockchain akan memberikan sertifikat Natural Capital kepada pengembang proyek aset mencantumkan daftar produk (misalnya kredit karbon, REC's, meteranoutput, dll.) dengan kontrak cerdas dirancang khusus untuk platform pasar perdagangan Aset Alami, tanpa biaya karena Aset Alam akan berada di tempat untuk memenuhi kebutuhan penjual. Nantinya penjual akan dikenakan biaya yang berkaitan dengan pendaftar pihak ke-3 yang akan mencatat penjualan dan pensiun aset. Selain itu, aspek inovatif dari teknologi blockchain akan secara otomatis mencegah pembelanjaan dua kali lipat aset yang dimuat secara native, menghasilkan sebuah solusi kecurangan.




Gabungan antara Natural Asset Exchange dan Earth Token akan dengan muda untuk mendorong permintaan terhadap asset alam melalui penyediaan solusi kelestarian lingkungan yang unik. Tak hanya itu, gabungan keduannya juga akan memberikan beberapa fungsi, antara lain :

  • Memungkinkan klien untuk mengatasi adaptasi perubahan iklim, dan menciptakan nilai yang berbeda yang membantu mereka membangun ekuitas merek & meningkatkan pangsa pasar.
  • Memungkinkan klien mengidentifikasi dan membagi dampak lingkungan dan upaya mitigasi terhadap aktivitas spesifik yang terkait dengan menghasilkan produk atau menyediakan layanan.
  • Memungkinkan klien untuk melibatkan pelanggan mereka dalam usaha mereka, mendistribusikan beban dan kesempatan untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan semua yang ingin berpartisipasi, memperluas jangkauan dan meningkatkan dampak dari upaya tersebut di seluruh wilayah nilai rantai mereka.

Earth token hadir dalam bentuk mata uang digital yang diberi nama dengan ETN. Token ETN akan mulai dijual dimulai pada tanggal 23 Oktober 2017. Akan ada total 1.000.000.000 Milliar token ETN yang akan dibuat, dengan harga token 4000 - 5200 ETN setara dengan 1 ETH, harga akan berubah sesuai dengan waktu-waktu tertentu. Pembelian dapat dilakukan dengan mata uang digital asing seperti Ethereum, dengan minimun pembelian 1 ETH. Harga ETN sesuai dengan waktu penjualannya . Pre ICO 5200 per 0.1 BTC / 1 ETH (30% bonus) , pre ICO sendiri juga dibagi atas tiga periode , stage 1 ( 4800 per 0.1 BTC / 1 ETH (20% bonus)), stage 2 ( 4400 per 0.1 BTC / 1 ETH ((10% bonus)), stage 3 (4000 per 0.1 BTC / 1 ETH).




Earth Token adalah buah dari kerja sama tim yang bekerja sama dengan manajer, pengembang, konsultan, pemasaran profesional yang ahli dan berpengalaman dibidangnya masing-masing. yang berupaya memberikan kemampuan mereka yang terbaik mereka dalam proyek ini.




Demikianlah Instan Info mengenai ICO proyek ini. Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan kunjungi laman resmi mereka di bawah ini :




Website ] [ Whitepaper ]  [ ANN ]

Facebook ] [ Twitter ] [ Youtube ] 

Slack ] [ Telegram ] [ Reddit ]

 [ Kakao Talk ] [ Medium  ]



By. Valko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar