Jumat, 23 Maret 2018

"TV TWO" platform dengan Ekosistem Televisi yang terdesentralisasi.


Televisi saat ini merupakan media massa yang “terpopuler” di kalangan masyarakat dunia terutama masyarakat Indonesia. Hampir 90 persen penduduk di negara-negara berkembang mengenal dan memanfaatkan televisi sebagai sarana hiburan, informasi, edukasi dan lain sebagainya. Televisi tidak membatasi diri hanya untuk konsumsi kalangan tertentu saja namun telah menjangkau konsumen dari semua kalangan masyarakat tak terkecuali remaja dan anak-anak. 


Sebuah survey yang dilakukan terhadap anak-anak di Amerika Serikat menemukan bahwa setengah dari anak-anak tersebut memiliki televisi sendiri di kamar mereka. Ini mengakibatkan sebagian besar hari mereka dihabiskan di kamar dengan menonton acara televisi. Program televisi yang makin bervariatif menyebabkan mereka melupakan kebutuhan akan pendidikan mereka. Televisi seakan magnet bagi setiap orang untuk menontonnya. Orang akan mampu melupakan kegiatannya demi menonton sebuah tayangan televisi favoritnya. Inilah salah satu dampak buruk dari sekian dampak buruk televisi bagi masyarakat kita.




Televisi sebagai media massa yang notabenenya sebagai perangkat sosial yang berpengaruh besar terhadap kesehatan sosial masyarakat. Kehidupan sosial masyarakat yang semula tradisional berubah cepat menjadi modern akibat modernisasi yang dibawa oleh televisi. Tak terbatasnya dunia komunikasi massa melalui media massa seperti televisi mengantarkan masyarakat pada arus perubahan peradaban yang cepat. Televisi saat ini seakan menjadi guru elektronik yang mengatur dan mengarahkan serta menciptakan budaya massa baru. Tayangan program televisi seperti reality show, infotainment, sinetron, film bahkan iklan sekalipun turut serta mengatur dan mengubah life style di masyarakat. Informasi yang diberikan televisi seperti program berita tentang politik, budaya, ekonomi maupun sosial masyarakat dari suatu negara layaknya hanya hiburan dan permainan publik belaka.


Konsumsi televisi terus meningkat di seluruh dunia. Dengan penetrasi tiba-tiba platform streaming seperti Netflix, Amazon Prime, dll. Angka menunjukkan bahwa 50% rumah tangga AS telah berlangganan setidaknya satu layanan streaming.


Laporan terbaru Nielsen menunjukkan bahwa kepemirsaan televisi meningkat secara signifikan seiring dengan bertambahnya usia pengguna. Di TV TWO, mereka sangat percaya bahwa aturan Televisi di rumah akan berlangsung selama bertahun-tahun yang akan datang. Ada sejumlah masalah yang terkait dengan distribusi kekuasaan, pelaporan tidak transparan dan metode penargetan yang tidak efisien yang masih berlaku secara luas. Dengan mengingat hal ini, tim telah menciptakan platform dengan Ekosistem Televisi yang terdesentralisasi.


Di dalam platform TV TWO, dirancang sebuah Smart TV dengan koneksi Internet aktif. Dengan kekuatan teknologi blockchain, platform telah menemukan cara untuk melewati masalah yang terkait dengan keamanan, keandalan, dan transparansi. Menjadi platform terbuka untuk penyedia konten dari setiap genre, mereka bertujuan untuk membangun bentuk hiburan baru di Layar televisi.




Ekosistem dibagi menjadi dua lapisan. Lapisan pertama terdiri dari sinyal siaran dengan semua fungsi TV standar. Lapisan kedua menampilkan aliran video yang dipersonalisasi. Pengguna memiliki opsi navigasi seperti Panduan, Daftar Saluran, Saluran Naik / Turun, Kembali / Keluar dll untuk menavigasi di layar. Mereka tidak menggunakan strategi clickbait untuk mengarahkan lalu lintas, tetapi lebih fokus pada insentif penyedia konten untuk menunjukkan konten berkualitas kepada pengguna. Parameter utama untuk pengukuran adalah waktu tonton dan bukan tampilan seperti platform lain


Ekosistem TV TWO telah dibangun di platform open source TOAST untuk Aplikasi Web TV. Bagian depan memiliki antarmuka pengguna yang sederhana yang dipasang di mana pengguna dapat mempersonalisasi aliran video hanya dengan satu klik. Mereka telah mengintegrasikan algoritma pembelajaran yang diawasi untuk memastikan bahwa bahkan pencipta konten mal tidak ditinggalkan karena pemain yang lebih besar.


TV TWO hadir dalam bentuk mata uang digital yang diberi nama dengan token TTV. Token TTV akan mulai dijual pada 24 April 2018 sampai dengan 24 May 2018. Akan ada total 500.000.000 juta token yang akan disediakan oleh team dan pengembang, dengan harga 1 ETH setara dengan 10.000 TTV token. Pembelian token sendiri dapat dilakukan dengan mata uang digital seperti ETH. 




Token TTV ini juga nantinya akan menjadi identitas akan proyek ini dan dapat dimiliki, diperdagangkan atau ditukar dengan mata uang digital lain pada market - market yang telah ditentukan. Selain itu, TTV ini juga berupa token ERC20 yang mengikat semua transaksi dalam ekosistem. Transaksi ini dapat dilakukan antara konsumen, penyedia konten, dan pengiklan. Platform tidak mengizinkan transaksi apa pun menggunakan cryptocurrency atau token fiat lainnya. Token dapat diperoleh melalui crowdsale atau di bursa.


TV TWO sendiri adalah hasil dari kerja sama tim yang bekerja sama dengan manajer, pengembang, konsultan, pemasaran profesional yang ahli dan berpengalaman dibidangnya masing-masing. yang berupaya memberikan kemampuan mereka yang terbaik mereka dalam proyek ini. Selain itu, tim juga berupaya untuk memberikan keuntungan dan layanan terbaik, kepada siapapun yang tertarik untuk bergabung ke dalam proyek ini.


Kesimpulannya bahwa perusahaan ini memiliki peta jalan yang sangat menjanjikan untuk meningkatkan skala perusahaan mereka di tahun-tahun mendatang. Mereka bertujuan mengubah lanskap televisi menjadi ekosistem terdesentralisasi dengan teknologi mereka. Mereka memiliki tim ahli yang sangat maju yang merupakan tulang punggung perusahaan.




Demikian info ico project dari TV TWO, yang merupakan best ico project ataupun promising ico project menurut saya admin http://www.makcrypto.com yang adalah juga sebuah ico, token, cryptocurrency, altcoin dari teknologi blockchain ethereum er20. Article ini dibuat berdasarkan pandangan pribadi, terkait investasi alangkah baiknya melakukan analisa terlebih dahulu. Setiap jenis investasi pasti memiliki resiko tergantung besar atau kecilnya skala investasi dan bagus tidak nya konsep tersebut. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi situs resmi mereka di bawah ini :


Previous Post
Next Post

0 comments: